Surat untuk Lembayung

Suatu malam yang temaram pada Oktober 1965, seorang buruh yang dituduh komunis disiksa hingga tewas oleh beberapa orang. Isterinya kemudian diperkosa dan disaksikan oleh anaknya sendiri. Namun, di antara mereka ada seorang pria yang tak tega. Si anak melihat pria itu hendak mengeluarkan revolver miliknya. Tapi mungkin karena takut, pria itu kemudian kembali memasukkan revolvernya ke sarung, lantas melarikan diri sebab tak sanggup menyaksikan hal tersebut.