Selebrasi Terindah

Tanpa diketahui sang bapak, anak lelaki bertubuh ceking terus merawat harapan terhadap sepakbola. Bukan, bukan berarti ia ingin menjadi pesepakbola. Permainan itu ia jadikan sebagai wahana pemberontakannya terhadap apa saja.

Sepakbola dalam ‘Fieldnotes’ sang Antropolog

Permainan yang ditemukan bangsa Cina, lalu meledak popularitasnya berkat Revolusi Industri Inggris ini juga menyimpan sejumlah ambivalensi. Penulis buku ini banyak menyifati ‘tafsir’-nya terhadap sepakbola dengan sisipan dua kata tersebut: ambivalensi dan paradoks. Dunia terlalu kompleks, sepakbola adalah salah satu penawarnya. Penawar yang kemudian tak jarang menambah luka.