Menggugat Shakespeare

“Aku tidak keberatan jika dikatakan bahwa nama adalah doa atau harapan, tapi apa mereka tidak tahu jika harapan adalah sumber segala kekecewaan? Sekarang kau lihat sendiri, aku masih suka mabuk, aku juga suka menzinahi teteh-teteh bantal guling, tapi nama yang melekat ini seperti parasit, ketika sedang berasyik-masyuk dan nama lengkapku dipanggil, imajinasiku buyar. Hancur berantakan“

Penyair yang Membakar Kumpulan Puisinya

Adakah yang lebih lucu dari menjadi budak untuk mimpi orang lain? Adakah yang lebih tragis dari lahir sebagai manusia? Adakah yang lebih manis dari bangun tidur di pagi hari sebagai orang yang merdeka? Adakah yang lebih pahit dari tidur di malam hari sebagai android tak berjiwa?