Ralin di Tengah Hutan

Aku terus berjalan sampai akhirnya tiba di depan danau yang cukup luas. Seperti yang aku bilang barusan. Keadaan saat itu sangat gelap. Normalnya, aku tidak dapat melihat apa yang ada di hadapanku. Tapi, aku tahu kalau aku berada di depan danau. Kau tahu? Seperti kejadian di dalam mimpi. Kita hanya tahu begitu saja. Danau tidak seperti laut yang tanpa melihat saja kita sudah tahu kalau itu laut karena suara deburan ombak. Danau bersifat hening. Diam dan dingin seperti kematian. Aneh memang.

Rahasia Lania

Aku memandang langit biru dan mencari awan yang seakan menghilang pagi itu. Sambil menatap jauh menuju langit, aku menjawab pertanyaannya dengan rasa ragu dalam hati. Tetapi, aku merasa wajib untuk menjawab lelaki tua itu dengan keyakinan yang sebenarnya. Di langit, kucari senyumku yang dulu pernah menanti kematian dengan penuh rasa suka cita. Kutarik napas panjang lalu kuhembuskan dengan pelan, dan kujawab “Aku tak lagi muda seperti dulu!”