Perihal Pwissie Jelek Sukmawati Soekarnoputri

Sebab, sebagaimana Jassin dalam kasus cerpen "Langit Makin Mendung", bagi saya kasus pwissie "Ibu Indonesia" kiranya akan lebih menarik bila sejumlah kritikus sastra mengulas pwissie tersebut dalam kanal sastra. Karena "imajinasi tidak bisa diadili", sekalipun itu imajinasi (baca: pwissie) yang jelek.

Penyair yang Membakar Kumpulan Puisinya

Adakah yang lebih lucu dari menjadi budak untuk mimpi orang lain? Adakah yang lebih tragis dari lahir sebagai manusia? Adakah yang lebih manis dari bangun tidur di pagi hari sebagai orang yang merdeka? Adakah yang lebih pahit dari tidur di malam hari sebagai android tak berjiwa?