Tentang Perempuan di Depan Kamar

Aku sendiri tidak pernah berbicara dengan perempuan itu. Kami hanya saling bertukar senyum jika kebetulan berpapasan dan perempuan itu sedang sendirian. Jika aku kebetulan berpapasan dengan perempuan itu ketika ia sedang bersama laki-laki yang kemungkinan besar adalah suaminya maka aku akan tersenyum kepada laki-laki itu. Rasanya bukan pilihan bijak jika aku tetap melempar senyum ke arah perempuan itu meskipun laki-laki yang terlihat lebih tua itu bukan benar-benar suaminya.

Ibu Mantan Pacarku

Aku bersyukur jika Puspa mantan pacarku itu mau datang. Asmara kami telah berakhir lebih dari lima tahun yang lalu. Kedatangannya akan memupus rasa bersalah yang selama ini mengendap di jiwaku. Namun mengapa justru ibunya yang datang ke sini? Ini bukan undangan pesta ulang tahun atau kenduri keluarga. Apa maksud dan motifnya?