Mengapa Kau Selalu Membaca Buku?

Kini, dengan jelas dia bisa melihat pemandangan ibunya yang sedang melukis dengan riang di hadapannya. Dia masih ingat detail-detail pemandangan tersebut. Rambut ibunya yang diwarnai merah muda, wajah cantiknya yang segar, bibir tipis merah delimanya yang basah, kulit kuning langsatnya yang bercahaya, gerakan luwes tangan kidalnya saat menyapukan kuas, senandung merdunya, mentari pagi yang menyusup masuk ke dalam ruangan melalui kaca-kaca jendela juga kemeja jins longgar yang dikenakan ibunya. Aksara bahkan bisa menghidu aroma sabun mandi ibunya yang tercampur bau cat minyak dan wangi tembakau serta cengkeh dari rokok ibunya. Semua detail-detail kecil itu berlompatan keluar bak kelinci-kelinci mungil dari dalam topi tinggi pesulap.