Realisme Sosialis di Indonesia: Pergulatan Pemikiran Seniman dan Sastrawan dalam Situasi Sosial Politik 1950-1965 (II)

Masalah kebudayaan nyatanya tidak terlepas dari kondisi sosial-politik. Di periode demokrasi liberal (1950-1957) di mana kebebasan politik dan berideologi diakui dan dijaga sebagai hak individu bagi warga negara, realisme sosialis mulai berkembang sebagai teori kesenian lewat berbagai macam kontak kebudayaan dengan negara-negara sosialis.

Realisme Sosialis di Indonesia: Pergulatan Pemikiran Seniman dan Sastrawan dalam Situasi Sosial Politik 1950-1965 (bagian I)

Adanya asumsi bahwa perkembangan realisme sosialis di Indonesia merupakan pengaruh kuat dari ideologi komunis dilegitimasikan oleh politik sejarah yang dilakukan Orde Baru selama 32 tahun. Di bawah rezim Orde Baru segala yang berbau atau dekat dengan unsur komunisme akan dianggap sebagai musuh negara dan tidak diperkenankan untuk dipelajari maupun dikaji seluas-luasnya.