Reportase Ziarah Budaya dan Peringatan 40 Hari Yu Patmi

Jangan kalian kira acara musik dan tahlilan yang saya maksudkan adalah yang biasa kalian lihat di televisi atau bahkan konser-konser penggalangan dana yang lain: lampu sorot di mana-mana, panggung besar dan alat musik yang lengkap nan mahal. Ini di luar dugaan kalian, sahabat, mengingat ini acara amal dan lebih parahnya lagi, tak satu pun binatang rakus berdasi itu peduli dengan persoalan petani.

HAM dan Penyempitan Maknanya

Tulisan ini berawal dari obrolan santai saya dengan budayawan Ipunk Urakan. Saat itu di depan kami tergeletak sebuah buku berjudul Kekerasan Budaya Pasca 1965, karya almarhum Wijaya Herlambang. Buku tersebut secara gamblang menjlerentehkan fakta menyangkut leg... Selengkapnya...