Kelompok Kucing Menari dan Tuan Tersenyum

Tuan Tersenyum berjalan pelan mendekatiku. Telapak tangannya yang panjang terulur ke depan wajahku. Kepalaku terasa pusing. Udara semakin dingin. Samar, kulihat empat manusia berkepala kucing muncul dan menari-nari dari balik punggung Tuan Tersenyum. Dua orang mengenakan jubah putih bergambar burung garuda, sementara yang dua lagi mengenakan jubah merah bergambar banteng. Dari fisik, mereka berempat terdiri dari dua orang pria dan dua orang wanita dengan warna kulit yang berbeda-beda. Kombinasi musik dangdut-psikedelik entah terdengar dari mana, membahana mengisi seluruh ruangan, mengiringi keempat manusia berkepala kucing itu menari atau mungkin lebih tepatnya berjoget? Entahlah. Kesadaranku mulai menipis.

Sisi Lain Panggung Dangdut Ibukota

Dulu, sewaktu pulang menyaksikan pertunjukkan Dangdut Panggung untuk pertama kali, yaitu pertunjukkan dari SK Group, saya membawa serta berlusin-lusin pertanyaan yang mengganjal di dalam kepala, dan semua pertanyaan tersebut saya timpakan kepada adik saya yang sudah cukup lama malang membujur-melintang di dunia malam panggung dangdut Ibukota dan sekitarnya. Dan pertanyaan terbesar saya malam itu adalah; Siapa Ayah Meong?