Untuk yang Mau Membaca dan Mengerti

Bagi Limba, di zaman yang sekiranya sudah maju ini sudah tidak butuh yang namanya kertas ataupun sejenisnya. Sudah merusak pohon-pohon yang menaungi kita dari sengatan panas, jadi pula sampah di pinggiran ibu kota. Tapi apa dayanya Limba, dia hanya orang apes yang terjebak dalam lika-liku ibu kota, Dan lagi pula siapa yang mau mendengarkan opini seorang petugas fotokopi? Apalagi beropini sudah dilarang dari jauh-jauh hari. Bisa dipenjara, atau yang paling ekstrem dilenyapkan. Walau pemerintah masih menutup-nutupi perihal “pelenyapan” itu.