Perjumpaan dengan Sapto, Temanku yang Baik, di Bekasi

Pemuda itu memakai kaos Persija yang tampak kebesaran di tubuhnya yang tipis. Seakan tak ingin berhenti mengejutkan kami, ia lebih senang menggunakan kosakata bahasa Jawa. Saya pun mengajaknya berkenalan. Pemuda ceking itu bernama Sapto, lahir dan besar di kampung Rawabacang, Bekasi. Saat itu lapaknya juga dikunjungi satu keluarga yang asyik membacai buku-buku bertema agama. Ada pula dua bocah yang melihat-lihat koleksi buku yang Sapto jajakan. Tiba-tiba saja saya merasa cuaca Bekasi beralih sejuk.