Rahasia Lania

Aku memandang langit biru dan mencari awan yang seakan menghilang pagi itu. Sambil menatap jauh menuju langit, aku menjawab pertanyaannya dengan rasa ragu dalam hati. Tetapi, aku merasa wajib untuk menjawab lelaki tua itu dengan keyakinan yang sebenarnya. Di langit, kucari senyumku yang dulu pernah menanti kematian dengan penuh rasa suka cita. Kutarik napas panjang lalu kuhembuskan dengan pelan, dan kujawab “Aku tak lagi muda seperti dulu!”

Tuhan Baru buat Heru

Matahari baru sedikit saja menggelinding ke barat ketika kudapati Heru pulang dengan mata berinai kemarin petang. Paling-paling habis berkelahi atau jatuh ketika bermain bola, pikirku. Anak lelaki tak apalah jika sesekali kalah berkelahi.