The Salesman: Dendam, Humor Gelap, dan Persimpangan Nasib

Emad menunjukkan bahwa memaafkan tidak seperti membalikan telapak tangan. Bahwa seseorang selalu dihadapkan dengan dua pilihan: membalas dendam atau memaafkan. Tidak semua orang bisa menjadi pemaaf. Hanya orang berlapang dada yang bisa memaafkan kesalahan. Berdamai dengan diri sendiri mungkin resep jitu mengenyahkan dendam di dada.

Sepakbola dalam ‘Fieldnotes’ sang Antropolog

Permainan yang ditemukan bangsa Cina, lalu meledak popularitasnya berkat Revolusi Industri Inggris ini juga menyimpan sejumlah ambivalensi. Penulis buku ini banyak menyifati ‘tafsir’-nya terhadap sepakbola dengan sisipan dua kata tersebut: ambivalensi dan paradoks. Dunia terlalu kompleks, sepakbola adalah salah satu penawarnya. Penawar yang kemudian tak jarang menambah luka.