Proklamasi itu Berat, Dilan. Kamu Tak Akan Kuat

Selain perbedaan di atas, kisah ini tak ada bedanya dengan kisah percintaan anak SMA pada umumnya yang diangkat dalam film: murahan dan menjijikan. Generasi muda, lagi-lagi menjadi sasaran komoditas lewat sastra dan film. Lewat hal ini, kaum muda diajak dalam labirin percintaan yang menggelora, seolah-olah dunia ini hanya berisi tentang kisah asmara antara dua pasangan anak manusia.

‘Don Jon’: Hiperrealitas Hasrat dan Cinta

Dalam dunia simulasi tidak dapat lagi dikenali mana yang asli dan riil, atau mana yang palsu dan semu. Semuanya menjadi bagian realitas yang dijalani oleh Don Jon -- dan bahkan menurut Baudrillard merupakan bagian dari kehidupan masyarakat Barat dewasa ini. Kesatuan inilah yang disebut Baudrillard sebagai simulacra atau simulacrum, sebuah dunia yang terbangun dari sengkarut nilai, fakta, tanda, citra dan kode. Realitas tak lagi punya referensi, kecuali simulacra itu sendiri.

The Salesman: Dendam, Humor Gelap, dan Persimpangan Nasib

Emad menunjukkan bahwa memaafkan tidak seperti membalikan telapak tangan. Bahwa seseorang selalu dihadapkan dengan dua pilihan: membalas dendam atau memaafkan. Tidak semua orang bisa menjadi pemaaf. Hanya orang berlapang dada yang bisa memaafkan kesalahan. Berdamai dengan diri sendiri mungkin resep jitu mengenyahkan dendam di dada.