Biduan, Jalang dan Sebakul Janji-janji

Ibu bilang hari ini kita makan besar pesta diselasar dengan sebakul janji-janji, dengan lauk makian dan tendangan kaki. Hari ini kita meminum darah-darah pemberontak yang ingin menyelamatkan tanahnya sendiri.

Penyair yang Membakar Kumpulan Puisinya

Adakah yang lebih lucu dari menjadi budak untuk mimpi orang lain? Adakah yang lebih tragis dari lahir sebagai manusia? Adakah yang lebih manis dari bangun tidur di pagi hari sebagai orang yang merdeka? Adakah yang lebih pahit dari tidur di malam hari sebagai android tak berjiwa?

Pada Suatu Pagi di Bumi Pertiwi

Kami menutup hidung, menahan napas, nelangsa menatap debu dan asap yang berebut di antara mega-mega. Ladang dan gambut tercerabut dari tempatnya hidup. Terganti oleh mesin-mesin berbunyi semrawut.

Balada Pematuk Takut

oleh: Dila Sholeha* Pada lini-lini kehidupan yang temaram Tersiar kabar bahwa penculikan sedang membabi buta dimana-mana Mei, sembilan belas tahun yang lalu Beberapa rekan mulai kehilangan apa yang dipu... Selengkapnya...