Korea Utara, Narasi Media, dan Industri Militer Amerika Serikat

Stabilitas politik dan ekonomi menguntungkan negara-negara seperti Cina yang sudah menjadi raksasa, Rusia, Brazil, India dan tentu saja Indonesia. Karena negara-negara tersebut sudah siap untuk perdagangan besar di sektor pangan, konstruksi, hingga teknologi. Namun, AS dan Eropa sedang mengalami persoalan ekonomi yang serius sejak tahun 2008. Bias eropasentris membuat mereka tidak rela berada sejajar dengan negara-negara maju "baru" tersebut.

Menantang Populisme Baru di Indonesia

Populisme di Indonesia, dalam bentuk tertentu khususnya populisme Islam dan nasionalis, tidak hadir untuk melawan kelompok elite yang menyandang status quo, melainkan diserap untuk mempertahankan dan melindungi status quo.

Inilah Mengapa Donald Trump Begitu Berhasrat Menetapkan Yerusalem sebagai Ibu Kota Israel

Selain kelompok lobbyist Yahudi, ada kelompok lain yang merayu Trump agar memindahkan ibu kota Israel, yakni kelompok Kristen-Evangelis. Kelompok ini mendorong agar isu pemindahan kedutaan besar menjadi prioritas utama. Presiden Clinton, Bush, dan Obama selalu urung menjalankannya dengan menandatangani hak penolakan tiap enam bulan. Alasannya, mereka takut akan mengguncangkan stabilitas dan keamanan kawasan.