Sisi Lain Panggung Dangdut Ibukota

Dulu, sewaktu pulang menyaksikan pertunjukkan Dangdut Panggung untuk pertama kali, yaitu pertunjukkan dari SK Group, saya membawa serta berlusin-lusin pertanyaan yang mengganjal di dalam kepala, dan semua pertanyaan tersebut saya timpakan kepada adik saya yang sudah cukup lama malang membujur-melintang di dunia malam panggung dangdut Ibukota dan sekitarnya. Dan pertanyaan terbesar saya malam itu adalah; Siapa Ayah Meong?

Ziarah

Sebenarnya ada lagi makanan khas dari daerah kami ini, lebih tepatnya dari tanah Tapanuli Utara, Dekke Naniura namanya. Uniknya, ikan khas Tapanuli ini bukan digoreng, dipanggang atau direbus, tapi disirami dengan air jeruk asam atau jeruk jungga, sejenis jeruk purut khas Sumatera Utara. Kau heran? Sama, aku juga. Rasanya itu sungguh aduhai sekali, kawan. Menuliskannya saja sudah membuatku meneteskan air liur.

Pada Suatu Misa di Kampung Sawah

Kabar teror di tiga gereja di Surabaya terus mengiang di kepala saya. Itu sangat menganggu saya. Menganggu pengalaman mengikuti misa yang sudah saya nantikan sejak lama. Saya berdoa di antara saudara saya yang beragama Katolik. Mereka berdoa dengan bersimbah sujud. Tampak sangat khusyuk dibimbing Romo di altar. Saya berdoa untuk damai dan keadilan umat di dunia. Tentu dengan tata-cara Islam. Karena saya beragama Islam. Saya mengirim Al-Fatihah, sebagaimana saya lakukan saat tahlil atau sesudah sembahyang.

Kos Ibu Endang

Saat aku pertama kali memutuskan untuk merantau di negeri orang, saat itu pula pertaruhan sudah dimulai. Yakni antara menang atau pulang. Pertaruhan ini nantinya aku pertanggungjawabkan pada kedua orangtuaku selaku Jaksa Penuntut yang siap menghujamku dengan pertanyaan-pertanyaan jika aku dianggap menyeleneh di sini. Jadilah sekarang aku penjudi yang dimodali orangtua.

Dari Mata Si Cantik

Sebagai mahasiswi, aku paham sekali bagaimana kata-kata sakti sang Bapak Republik tadi cuma kosmetik. Yaa, seperti lipstik yang acap kali kupoles ke bibirku ini, yang ampuh memikat mata lelaki. Walau berlumur kepalsuan, toh aku tetap memulasnya juga. Sebagaimana perempuan lain yang terpaksa tampil cantik, harus cantik, dan tak bisa tampil apa adanya.