Biduan

Oleh: Wiwin Agustina*

Ah kebaya ini lagi. Make up tebal ini. Gincu ini. Sepatu ber-hak ini. Tubuh yang dipaksa gemulai ini. Jari-jari lentik ini. Kedua mata yang dikata orang menawan ini.

Jika kalian tahu, sebenarnya yang kujual hanyalah suara nan lembut ini. Tapi semua orang, apalagi laki-laki lebih tertarik pada rupaku. Pada tubuhku. Pada apa yang mereka ingin lihat.

Jika aku di antara mereka, di antara riuh gendang seruling dan nyanyian-nyanyian para biduan itu, aku pasti juga akan melakukan apa yang sedang mereka lakukan sekarang.

Tawa dan rayuan. Goyangan mau pun selipan uang. Minuman yang memabukkan.

Hanya senang, senang, dan tanpa beban.

Tanpa memikirkan kehidupan mereka di luar panggung ini. Istri-istri mereka. Anak-anak mereka. Keluarga mereka.

Tapi satu keberuntungan yang aku punya saat ini, yang tidak mereka miliki.

Aku belum mempunyai istri, anak, mau pun keluarga.

Hanya senang, senang, dan tanpa beban.

Jalang

Oleh: Alia Pulungan**

Hidup penuh dengan retorika

Dengan manusia tak beretika
pukul memukul mengalahkan kata

membenarkan menghilangkan fakta

Kalian manusia atau binatang?
empati hilang karena ideologi
Nurani kalah dengan dalang

Ingat, aku bukan Jalang
Aku takkan terperangkap dalam sarang
Apa berguna kata,
Jika semua tak lagi nyata.

Sebakul Janji-janji

Oleh: Dila Sholeha***

Ketika tanah tak lagi subur dan gembur
bapak mengeluh, harapan terkubur.
Ibu masih memandangi tungku dan lumbung yang tak terisi nasi
Kita hanya punya sisa-sisa aking yang dinanak kembali.
Ibu bilang hari ini kita makan besar
pesta diselasar dengan sebakul janji-janji,
dengan lauk makian dan tendangan kaki.
Hari ini kita meminum darah-darah pemberontak yang ingin menyelamatkan tanahnya sendiri.
 

*Lulusan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas Veteran Bantara Sukoharjo angkatan 2012. Menggemari cerita-cerita klasik, surealis, detektif,  percintaan dan juga isu-isu sosial, budaya serta politik. Dapat dikontak melalui akun twitter: @winnie_wint dan Instagram: moveinwin

**Mahasiswi Ekonomi Pembangunan Universitas Katolik Parahyangan angkatan 2011. Menggemari film, puisi dan literatur mencakup semua aspek, baik sosial, budaya, politik, cinta dan manusia. Sedang menggemari lagu-lagu Radiohead, Pearl Jam dan Summer Salt, dan sedang mencoba-coba membuat lagu sendiri. Kalian semua dapat menghubungi saya melalui line : aliamaliaa dan instagram saya : aliamaliaa

***Mahasiswi Administrasi Negara Universitas Nasional angkatan 2015 yang menggemari puisi, baik tentang percintaan, sosial budaya, maupun politik. Dapat dikontak melalui akun line: dilasholeha dan Instagram: dilashl.

About the author

Zine sosbudpol yang terbit sejak November 2015. Setahun kemudian merambah online. Bergerak bersama menarasikan zaman: narasi perubahan.

Related Posts