Surat untuk Lembayung

Suatu malam yang temaram pada Oktober 1965, seorang buruh yang dituduh komunis disiksa hingga tewas oleh beberapa orang. Isterinya kemudian diperkosa dan disaksikan oleh anaknya sendiri. Namun, di antara mereka ada seorang pria yang tak tega. Si anak melihat pria itu hendak mengeluarkan revolver miliknya. Tapi mungkin karena takut, pria itu kemudian kembali memasukkan revolvernya ke sarung, lantas melarikan diri sebab tak sanggup menyaksikan hal tersebut.

Demam Tsamara dan Perayaan yang Dangkal di Hari Kemerdekaan

Setelah 72 tahun kemerdekaan, apa yang telah kita capai sebagai negara, selain kemiskinan yang kian dewasa? Apa yang telah kita bangun, selain gedung mewah yang menggusur rumah-rumah rakyat jelata? Apa yang telah kita hasilkan untuk dunia, selain sumber daya alam yang terus menerus diperkosa? Tak ada! Puluhan tahun lalu kita merdeka tapi sampai hari ini, nelangsa masih menjadi sahabat setia kita.

Reportase Ziarah Budaya dan Peringatan 40 Hari Yu Patmi

Jangan kalian kira acara musik dan tahlilan yang saya maksudkan adalah yang biasa kalian lihat di televisi atau bahkan konser-konser penggalangan dana yang lain: lampu sorot di mana-mana, panggung besar dan alat musik yang lengkap nan mahal. Ini di luar dugaan kalian, sahabat, mengingat ini acara amal dan lebih parahnya lagi, tak satu pun binatang rakus berdasi itu peduli dengan persoalan petani.