Menantang Populisme Baru di Indonesia

Populisme di Indonesia, dalam bentuk tertentu khususnya populisme Islam dan nasionalis, tidak hadir untuk melawan kelompok elite yang menyandang status quo, melainkan diserap untuk mempertahankan dan melindungi status quo.

Kampus (Harus) Demokratis

Apakah selama ini pengelolaan dan tata kelola sudah sesuai dengan standar nasional? Apakah setiap unsur organisasi telah menjalankan fungsinya dengan prinsip check and balance sesuai amanat menteri? Bahkan pertanyaan penting adalah apakah UNJ memiliki statuta yang menjelaskan tentang  peraturan dan prosedur operasional Universitas? Lalu di mana posisi mahasiswa dalam kehidupan Universitas? Apakah mahasiswa tidak memiliki hak untuk terlibat secara utuh sebagai bagian dari gerak roda Universitas dan selamanya hanya menjadi produk yang diciptakan oleh Universitas?

‘Don Jon’: Hiperrealitas Hasrat dan Cinta

Dalam dunia simulasi tidak dapat lagi dikenali mana yang asli dan riil, atau mana yang palsu dan semu. Semuanya menjadi bagian realitas yang dijalani oleh Don Jon -- dan bahkan menurut Baudrillard merupakan bagian dari kehidupan masyarakat Barat dewasa ini. Kesatuan inilah yang disebut Baudrillard sebagai simulacra atau simulacrum, sebuah dunia yang terbangun dari sengkarut nilai, fakta, tanda, citra dan kode. Realitas tak lagi punya referensi, kecuali simulacra itu sendiri.

Realisme Sosialis di Indonesia: Pergulatan Pemikiran Seniman dan Sastrawan dalam Situasi Sosial Politik 1950-1965 (II)

Masalah kebudayaan nyatanya tidak terlepas dari kondisi sosial-politik. Di periode demokrasi liberal (1950-1957) di mana kebebasan politik dan berideologi diakui dan dijaga sebagai hak individu bagi warga negara, realisme sosialis mulai berkembang sebagai teori kesenian lewat berbagai macam kontak kebudayaan dengan negara-negara sosialis.

Realisme Sosialis di Indonesia: Pergulatan Pemikiran Seniman dan Sastrawan dalam Situasi Sosial Politik 1950-1965 (bagian I)

Adanya asumsi bahwa perkembangan realisme sosialis di Indonesia merupakan pengaruh kuat dari ideologi komunis dilegitimasikan oleh politik sejarah yang dilakukan Orde Baru selama 32 tahun. Di bawah rezim Orde Baru segala yang berbau atau dekat dengan unsur komunisme akan dianggap sebagai musuh negara dan tidak diperkenankan untuk dipelajari maupun dikaji seluas-luasnya.