Kunci Duplikat

Hati Restu terasa pahit. Ia baru saja kehilangan kunci motor dan kini tak bisa segera menuntaskan urusan penting yang telah terlalu lama mengimpit hidup.

Ibu Mantan Pacarku

Aku bersyukur jika Puspa mantan pacarku itu mau datang. Asmara kami telah berakhir lebih dari lima tahun yang lalu. Kedatangannya akan memupus rasa bersalah yang selama ini mengendap di jiwaku. Namun mengapa justru ibunya yang datang ke sini? Ini bukan undangan pesta ulang tahun atau kenduri keluarga. Apa maksud dan motifnya?

Tuhan Baru buat Heru

Matahari baru sedikit saja menggelinding ke barat ketika kudapati Heru pulang dengan mata berinai kemarin petang. Paling-paling habis berkelahi atau jatuh ketika bermain bola, pikirku. Anak lelaki tak apalah jika sesekali kalah berkelahi.

Percakapan Bekas Kekasih di Ambang Petang

Petang merembang, bersiap menjadi malam. Dari spion mobil, bayangan hotel telah tertelan gedung-gedung, juga pohon-pohon dan baliho usang berkarat. O, betapa petang hanyalah isyarat dan persinggahan, dan betapa rentan ia mengakrabi perpisahan.

Babad Ilalang

“Tak peduli. Kamu telah menjanda atau jadi nenek-nenek pun akan selalu saya kejar. Selalu ingat-ingat hari ini. 20 Oktober 2002. Beberapa tahun nanti, percayalah, saya akan sangat pantas untukmu. Saat itu mungkin kamu sudah menginjak usia empat puluh, atau bahkan lima puluh. Tetapi saya tahu umur sekadar angka yang takkan sanggup melunturkan kecantikanmu. Sudah, ya. Saya main bola dulu.”