Sisi Lain Panggung Dangdut Ibukota

Dulu, sewaktu pulang menyaksikan pertunjukkan Dangdut Panggung untuk pertama kali, yaitu pertunjukkan dari SK Group, saya membawa serta berlusin-lusin pertanyaan yang mengganjal di dalam kepala, dan semua pertanyaan tersebut saya timpakan kepada adik saya yang sudah cukup lama malang membujur-melintang di dunia malam panggung dangdut Ibukota dan sekitarnya. Dan pertanyaan terbesar saya malam itu adalah; Siapa Ayah Meong?

Menggugat Shakespeare

“Aku tidak keberatan jika dikatakan bahwa nama adalah doa atau harapan, tapi apa mereka tidak tahu jika harapan adalah sumber segala kekecewaan? Sekarang kau lihat sendiri, aku masih suka mabuk, aku juga suka menzinahi teteh-teteh bantal guling, tapi nama yang melekat ini seperti parasit, ketika sedang berasyik-masyuk dan nama lengkapku dipanggil, imajinasiku buyar. Hancur berantakan“

Tak Ada Trump di Cikago

Ujang rupanya geram betul dengan apa yang dilakukan Joni Kemod. Joni menodai marwah serta profesionalitas seorang Sopir Angkot terhadap kondekturnya. Menurut Ujang, meski secara hierarkis jabatan Joni sebagai sopir angkot lebih tinggi ketimbang Ujang, namun Joni tidak boleh memperlakukan kondekturnya secara semena-mena. Hal ini mencoreng-moreng semangat kaum pekerja yang semestinya bersatu. Jika perlu semua buruh angkot sedunia harus bersatu demi kesejahteraan bersama yang merata.