Sepakbola dalam ‘Fieldnotes’ sang Antropolog

Permainan yang ditemukan bangsa Cina, lalu meledak popularitasnya berkat Revolusi Industri Inggris ini juga menyimpan sejumlah ambivalensi. Penulis buku ini banyak menyifati ‘tafsir’-nya terhadap sepakbola dengan sisipan dua kata tersebut: ambivalensi dan paradoks. Dunia terlalu kompleks, sepakbola adalah salah satu penawarnya. Penawar yang kemudian tak jarang menambah luka.

Populisme Donald Trump dan Pertanyaan tentang Kesadaran Kolektif

Trump terpilih secara resmi sebagai presiden Amerika Serikat ke-45 pada 8 November 2016 di Pilpres yang juga dijuluki “the ugliest campaign” ini. Bagaimana bisa? Belum lagi jika kita perhitungkan bahwa sepanjang pemungutan suara, raihan suaranya selalu lebih tinggi ketimbang sang pesaing. Musnah sudah segala isu-isu dan retorika politik ‘progresif’ yang dibawa Clinton sepanjang kampanye.

Editorial: Oasis

tulisan ini merupakan editorial untuk Spätkapitalismus edisi ketiga yang terbit pada Maret 2016 Dalam sebuah paper berjudul Beyond Frame and Nation: Reframing Social Inequalities in a Globalizing World – yan... Selengkapnya...